Troubleshooting Lapisan Aplikasi Jaringan WAN
1.
Hypertext Transfer Protokol (HTTP)
Hypertext Transfer Protocol (HTTP)
adalah sebuah protokol jaringan lapisan
aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif,
dan menggunakan hipermedia. Penggunaannya
banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan, yang
disebut dengan dokumen hiperteks, yang kemudian membentuk World
Wide Web pada tahun 1990 oleh fisikawan Inggris, Tim
Berners-Lee. Hingga kini, ada dua versi mayor dari
protokol HTTP, yakni HTTP/1.0 yang menggunakan koneksi terpisah untuk setiap
dokumen, dan HTTP/1.1 yang dapat menggunakan koneksi yang sama untuk melakukan
transaksi. Dengan demikian, HTTP/1.1 bisa lebih cepat karena memang tidak perlu
membuang waktu untuk pembuatan koneksi berulang-ulang. (Wikipedia,
Protokol Transfer Hiperteks, 2015)
2.
Netware
Inti Protokol (NCP)
NetWare Inti Protocol (NCP) adalah
protokol jaringan yang digunakan di beberapa produk dari Novell, Inc. Hal ini
biasanya berhubungan dengan client-server sistem operasi Novell NetWare yang
awalnya didukung terutama stasiun client MS-DOS, tetapi dukungan kemudian untuk
platform lain seperti Microsoft Windows, Mac OS klasik, Linux, Windows NT, Mac
OS X, dan berbagai rasa Unix ditambahkan. NCP digunakan untuk akses file,
print, direktori, sinkronisasi jam, messaging, perintah eksekusi jarak jauh dan
fungsi layanan jaringan lainnya. Ini awalnya mengambil keuntungan dari
konfigurasi jaringan yang mudah dan jejak memori sedikit dari IPX / SPX
protokol stack. Sejak pertengahan 1990-an pelaksanaan TCP / IP tersedia. (Wikipedia,
NetWare Core Protocol, 2016)
3.
Studi Kasus : jaringan lambat
Collision
Technology Ethernet yang sudah using seperti 10 Base2; 10Base5;
dan 10Base-T, mereka menggunakan algoritma CSMA/CD yang menjadi sangat tidak
efficient pada beban yang lebih tinggi. Performa jaringan ini akan menjadi
turun drastis jika prosentase utilisasinya mencapai lebih dari 30% yang membuat
jaringan menjadi sangat lambat.
Bottlenecks
Beban user yang sangat tinggi untuk mengakses jaringan akan
menyebabkan bottleneck jaringan yang mengarah pada kelambatan jaringan.
Aplikasi yang memakan bandwidth yang sangat tinggi seperti aplikasi video dapat
menyumbangkan suatu kelambatan jaringan yang sangat significant karena
seringnya mengakibatkan system jaringan menjadi bottleneck (Grinsing,
2009)
4.
Studi Kasus : jaringan lambat
II
Atur letak server
Anda perlu mengidentifikasikan aplikasi (khususnya aplikasi yang
dengan beban tinggi) yang hanya diakses oleh satu departemen saja, dan letakkan
server pada Switch yang sama dengan user yang mengaksesnya. Meletakkan resource
jaringan yang sering diakses pada tempat yang dekat dengan pemakainya akan
memperbaiki kinerja dan performa jaringan dan juga response time.
Gunakan gigabit backbone
Performa LAN juga bisa diperbaiki dengan menggunakan link backbone
Gigabit dan juga Switch yang mempunyai performa tinggi. Jika system jaringan
menggunakan beberapa segment, maka penggunaan Switch layer 3 akan dapat
menghasilkan jaringan yang berfungsi pada mendekati kecepatan kabel dengan
latensi minimum dan secara significant mengurangi jaringan yang lambat. (Grinsing,
2009)
5.
Login Response Time
Terdegradasi
Real time system disebut juga
dengan Sistem waktu nyata. Sistem yang harus menghasilkan respon yang tepat
dalam batas waktu yang telah ditentukan. Jika respon komputer melewati batas
waktu tersebut, maka terjadi degradasi performansi atau kegagalan sistem.
Sebuah Real time system adalah sistem yang kebenarannya secara logis didasarkan
pada kebenaran hasil-hasil keluaran sistem dan ketepatan waktu hasil-hasil
tersebut dikeluarkan. Aplikasi penggunaan sistem seperti ini adalah untuk
memantau dan mengontrol peralatan seperti motor, assembly line, teleskop, atau
instrumen lainnya. Peralatan telekomunikasi dan jaringan komputer biasanya juga
membutuhkan pengendalian secara Real time. (dwi, 2008)
6.
STUDI KASUS : KONEKSI SERVER TURUN
Terjadi Kerusakan Server atau Program Piranti Lunak Server
Walaupun kemungkinan kecil terjadi,
kerusakan pada fisik server adalah sesuatu hal yang bisa terjadi kapan saja.
Power supply terbakar, hard disk bad sector, ram mati, kaber dimakan
tikus, server kebanjiran, dan masih banyak lagi lainnya contoh-contoh penyebab
terjadinya kerusakan piranti keras pada sebuat server website atau blog
internet. Selain kerusakan piranti keras, piranti lunak pun bisa juga
terkena masalah seperti database error, file cms dirusak hacker, webserver
crash, virus, dan lain sebagainya. (rendi, 1970)
7. SERVICE MESSAGE BLOCK
Server
Message Block disingkat SMB adalah istilah bahasa Inggris dalam teknologi
informasi yang mengacu kepada protokol client/server yang ditujukan sebagai
layanan untuk berbagi berkas (file sharing) di dalam sebuah jaringan. Protokol
ini seringnya digunakan di dalam sistem operasi Microsoft Windows dan IBM OS/2.
Sistem operasi berbasis UNIXjuga dapat menggunakannya dengan tambahan perangkat
lunak yang disebut dengan SAMBA. (Wikipedia, Server Message Block,
2013)
Daftar Pustaka
dwi. (2008, September 12). RTS. Retrieved
from dwi ishartono’s:
https://dwiishartono.wordpress.com/2008/09/17/real-time-systemrts/
Grinsing,
K. (2009, September 25). TROUBLESHOOTING. Retrieved from Sysneta:
http://www.jaringan-komputer.cv-sysneta.com/masalah-jaringan-lambat
rendi.
(1970, Januari 1). FAKTOR PENYEBAB SEBUAH WEBSITE/SITUS WEB/BLOG DOWN
TIDAK DAPAT DIAKSES. Retrieved from ILMU PENGETAHUAN: http://www.organisasi.org/1970/01/faktor-penyebab-sebuah-website-situs-web-blog-down-tidak-dapat-diakses.html
Wikipedia.
(2015, Oktober 25). Protokol Transfer Hiperteks. Retrieved from
Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Transfer_Hiperteks
Wikipedia.
(2016, November 30). NetWare Core Protocol. Retrieved from Wikipedia:
https://en.wikipedia.org/wiki/NetWare_Core_Protocol
NAMA:RIZKY
YOWANDA
SEKOLAH:SMKI
1 BLITAR
MOTTO:GP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar